Category Archives: Uncategorized

Hantu Belau PKI

SEJARAH membuktikan paham komunisme tak dapat tumbuh subur di sebagian besar negara. Saat ini hanya beberapa negara yang masih mempertahankan ideologi komunis, itu pun dengan berbagai penyesuaian. Vietnam, misalnya, mengadopsi kapitalisme sejak 1986 melalui kebijakan Doi Moi yang membuka pasar negeri itu. Cina malah sudah menyisipkan prinsipprinsip demokrasi ke dalam sistem pemerintahannya. Praktis hanya Korea Utara yang masih murni berpegang pada jargon ”sama rata, sama rasa”.

Bagaimana dengan Indonesia? Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Nomor XXV Tahun 1966 masih berlaku. Artinya, komunisme masih dilarang. Dan, sejak diberangus, Partai Komunis Indonesia tak pernah bangkit. Tapi akhir-akhir ini aparat dan beberapa kelompok masyarakat tiba-tiba beringas, merazia segala sesuatu yang berbau komunis.

Mereka beralasan ada tanda nyata komunisme tengah bangkit kembali di Indonesia. Mereka menyita kaus bergambar palu-arit dan buku tentang aliran ”kiri” serta melarang diskusi dan pemutaran film mengenai kehidupan tahanan politik. Aksi menggelikan ini marak setelah pemerintah menggelar Simposium Nasional ”Membedah Tragedi 1965”, dan tak surut meski Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan agar aparat tidak berlebihan.

Dalam jajak pendapat di Tempo. co, hanya sebagian kecil responden yang percaya bahwa komunisme merupakan hantu belau yang masih terus gentayangan. Sebagian besar dari mereka meyakini, sebagai paham politik, komunisme sudah bangkrut dan kehilangan daya tarik. Husain Syam MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir melantik Husain Syam sebagai Rektor Universitas Negeri Makassar, Selasa pekan lalu.

Mantan Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar itu mengisi posisi yang sebelumnya diduduki Arismunandar. Husain terpilih menjadi rektor lewat mekanisme pemungutan suara senat guru besar yang digelar awal Maret lalu. Guru besar bidang teknologi pertanian ini memperoleh 69 suara mengungguli dua calon lain: Wasir Thalib (47 suara) dan Heri Tahir (35 suara). l Komisioner Kompolnas PRESIDEN Joko Widodo melantik sembilan komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Istana Negara, Jumat pekan lalu.

Mereka merupakan representasi pemerintah, purnawirawan polisi, pakar kepolisian, dan tokoh masyarakat. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan didaulat sebagai anggota sekaligus ketua. Tugasnya dilapis Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly.

Anggota Kompolnas di luar elemen pemerintah adalah Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Bekto Suprapto, Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Yotje Mende, dan Andrea Poeloengan. Lalu ada Benedictus Bambang Nurhadi, Poengky Indarti, dan Dede Farhan. Agenda Kompolnas terdekat adalah menjaring kandidat Kepala Kepolisian RI yang akan menggantikan Jenderal Badrodin Haiti. l PENGHARGAAN Gatot Nurmantyo, Mulyono, Ade Supandi, dan Agus Supriatna PRESIDEN Joko Widodo memberikan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada empat pejabat Tentara Nasional Indonesia.

Mewakili Presiden, Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti menyerahkan penghargaan ini di Markas Besar Kepolisian, Senin pekan lalu. Keempat pejabat itu adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna. Badrodin mengatakan penghargaan diberikan atas jasa mereka dalam pengamanan dan pengembangan kepolisian. TNI dinilai banyak membantu tugas kepolisian menjaga keamanan.

AHOK DAN JANJI PENGEMBANG REKLAMASI

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menganggap perjanjian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan para pengembang proyek reklamasi berpotensi menyimpang. Kontribusi pengembang berupa 13 proyek tambahan itu disebut KPK tidak memiliki landasan hukum. Akankah Gubernur Ahok turut terjerat dalam kasus tersebut?

Hukum Berat Pelaku Pemerkosaan BANYAKNYA kasus pemerkosaan sadistis menunjukkan adanya krisis moral di Indonesia. Setelah pemerkosaan atas YY, 14 tahun, oleh 14 pria, Mei ini kembali terjadi pemerkosaan atas EP, gadis 19 tahun. Ia ditemukan tewas dengan banyak luka di tubuhnya dan sebuah gagang cangkul menancap di kemaluannya. Pelakunya tiga orang pria. Salah satunya pacar korban.

Kasus pemerkosaan akhir-akhir ini sangat mengerikan. Pelakunya lebih dari satu, bahkan mencapai belasan. Tak sedikit pelaku merupakan pelajar di bawah umur. Korban pemerkosaan dan pembunuhan mayoritas anak di bawah umur. Jika masih hidup, korban jelas akan mengalami trauma berat sepanjang hidupnya. Dengan fakta banyak pelaku pemerkosaan masih remaja usia sekolah, pemerintah harus memberlakukan tindakan tegas. Pengawasan akses ke situs porno lebih diperketat.

Juga orang tua harus lebih perhatian dan mengawasi tingkah laku anaknya. Hukuman atas tindakan pemerkosaan dan pembunuhan juga terasa sangat ringan sehingga kasus seperti ini terus terulang, bahkan dengan tingkat kekejaman yang meningkat. Pelaku seharusnya dihukum lebih dari dipenjara agar jera dan membuat yang lain takut melakukan tindakan keji seperti itu, misalnya dengan dikebiri.

Mungkin hukuman kebiri terdengar berlebihan, tapi coba pikirkan kembali tindakan yang telah mereka perbuat. Ketimpangan Gender dan Kekerasan terhadap Perempuan KASUS kekerasan terhadap perempuan di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data tahunan yang dirilis Komisi Nasional Perempuan, pada 2013 kekerasan terhadap perempuan mencapai 279.760 kasus.

Pada 2014 meningkat menjadi 293.220 kasus dan pada 2015 ada 321.752 kasus. Komnas Perempuan mencatat, yang paling banyak terjadi kekerasan di ruang privat. Sedangkan bentuk yang terbesar adalah kekerasan fisik dan seksual. Selain di rumah tangga dan lingkungan kerja, kekerasan banyak terjadi di ruang publik, terutama di kawasan urban. Harus kita akui, di samping anak-anak dan kaum difabel, saat ini perempuan menjadi kelompok yang hak-haknya kurang atau bahkan tidak diperhatikan dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan perkotaan. Kota dengan segala fasilitas dan isinya akhirnya menjadi tempat yang kurang aman bagi kaum Hawa.

Selain kriminalitas dan kekerasan, terdapat beberapa aspek lain yang mempengaruhi perasaan aman perempuan di ruang publik kawasan perkotaan, yakni kondisi infrastruktur kota, dominasi gender, serta prosedur dan sikap sosial. Pada hakikatnya, kota dibangun untuk semua gender, bukan hanya untuk kaum laki-laki. Maka menciptakan dan mengembangkan lingkungan kota yang aman bagi perempuan merupakan kewajiban mutlak pengelola kota.

Salah satu kuncinya: menyediakan infrastruktur dan layanan publik yang andal. Misalnya penerangan jalan yang memadai; toilet umum yang bersih, aman, dan nyaman; angkutan umum dan jalur pejalan kaki yang baik dan aman; kamera CCTV; petugas polisi untuk berpatroli secara teratur, baik dengan seragam resmi maupun dengan pakaian biasa; serta fasilitas hotline untuk pelaporan.

Website : kota-bunga.net