Category Archives: Teknologi

Lia Sidik Branding robot autotrade gold Bag2

Lia Sidik Branding robot autotrade gold – Ternyata tim branding & design yang terletak di Surabaya dan Jakarta ini bukan hanya mengembangkan diri pada sisi komersial saja. Sejumlah prestasi dan penghargaan juga telah diperoleh. Salah satu penghargaan yang dimenangkan adalah “Best Animation” oleh Nickelodeon dan FlashKit di awal tahun 2000 silam, oleh team animasi yang diketuai Michael Jordon.

Mereka bersama-sama memproduksi game, serial kartun, dan karakter untuk Nickelodeon. Prestasi selanjutnya adalah terpilihnya logo “Museum Nasional Indonesia” karya Lia Sidik oleh Google, dalam rangka Google Project. Google Project merupakan sebuah ajang online yang diadakan Google, dalam rangka mencari desaindesain terbaik yang mewakili karakter sebuah negara. Dipilihnya logo Museum Nasional Indonesia oleh Google, awalnya juga tidak diketahui oleh Lia.

“Kami mengetahuinya setelah Google memberitahukan kepada kami lewat e-mail bahwa karya kami terpilih karena memenuhi syarat mewakili karakter Indonesia,” ujar pecinta pakaian berwarna putih ini. Meskipun sukses dalam bidang branding dan design hingga ajang internasional, tim Lia Sidik Branding ternyata menyimpan idealisme yang tinggi untuk meningkatkan positive awareness Indonesia di dunia internasional. Hal ini dibuktikannya lewat proyek idealis yang dituangkan dalam buku berseri yang diberi nama “Dongeng Nusantara” atau “Archipelago Legend”.

Idealisme ini kompak dikerjakan oleh tim tanpa memandang potensi duit yang bisa dihasilkan nantinya. Mereka mutlak berkarya demi memperkenalkan cerita-cerita nusantara ke dunia, melalui pendekatan teknologi yang sedang trend saat ini. Untuk mewujudkan karya idealis ini, Gramedia Group mensinergikan team editor spesialis buku anak BIP (Bhuana Ilmu Populer), dengan penulis Lilis Hu dan team Lia Sidik Branding.

Dalam proyek ini, Vassilisa Agatha yang merupakan salah satu anggota Indonesia Mengajar, berperan sebagai Editor bilingual. Menariknya, agar mampu menerobos pasar buku cerita dari luar negeri, team ini sepakat untuk bekerja keras menghidupkan karakter local seperti Rara Jonggrang dan Timun Mas, secara 3 dimensi. Kehandalan Mike Jordon dan Corina mengolah 3D membuat ilustrasi jadi lebih menarik, serta membuktikan bahwa anak dalam negeri juga mampu membuat karya sekelas luar negeri dalam balutan konten lokal.

Sumber : https://teknorus.com/

Jalan Terjal Microsof Menuju Sukses ala FIN888

Jalan Terjal Microsof Menuju Sukses ala FIN888 – Beberapa waktu sejak Windows 8 dirilis banyak kalan gan melayangkan kritik ke Microsoft. Alasannya sistem operasi Windows tersebut dirasa kurang nya man. Banyak orang pun akhirnya menilai bahwa Mi cosoft sedang mengalami kemunduran. Namun, kesan-kesan emosional tadi berbanding terbalik dengan angka statistik. Antara Juni 2013 sampai Juni 2014, Microsoft meraup keuntungan sebesar 22 miliar dolar AS. Ponsel Nokia terjual 36 juta unit per kuartal, lebih besar dibandingkan Apple.

Harga saham mereka sejak 14 tahun lalu belum pernah setinggi yang sekarang. Selain itu, bos baru, Satya Nadella, punya pandangan masa depan terhadap cloud dan mobile. Nadella memang melakukan yang terbaik untuk membangun kembali perusahaan tersebut. Akhirnya perusahaan tersebut menghasilkan miliaran dari penjualan lisensi Windows yang semakin menurun. Kalah dari tablet dan smartphone, di tahuntahun mendatang Microsoft tak lagi menawarkan Windows PC. Namun, masih ada masalah yang dihadapi.

Microsoft begitu terlambat memasuki sektor mobile market. Windows 8 yang dioptimalkan untuk touch system ternyata tak begitu disukai. Selain itu, kabarnya Microsoft akan berkolaborasi dengan pihak NSA. Apakah semuanya itu merupakan awal dari sebuah akhir? Business client sebagai mesin uang Peter Burghardt dari perusahaan riset techconsult yakin bahwa tak ada dampak negatif dari kasus seperti Windows 8 maupun skandal NSA. Mesin uang Microsoft di sektor large client, server dan lisensi tetap tak terganggu. Pernyataannya didukung oleh angka-angka. Pada kuartal ke-2 Microsoft menghasilkan turnover hampir 14 miliar dolar AS dengan business clients.

Artinya, konsumer tetap memutuskan sendiri kebutuhannya dan sama seperti sebelumnya, konsumen tetap merasa bahwa Windows masih menjadi satu-satu OS yang diaplikasikan dalam sektor bisnis. Analyst Axel Oppermann dari Avispador mengungkapkan ada beberapa faktor lain mengapa Microsoft begitu menghasilkan banyak uang dari business client mereka. Microsoft berhasil dalam menciptakan kontrak perjanjian sedemikian rupa sehingga client ikut terlibat dalam prefinancing teknik dan produk baru mereka. Lebih dari itu, Microsoft berhasil mengikat hubungan antara client dan perusahaan tersebut.

Sumber : https://net89.net/

RAM Smartphone Terbaik dari NET89

RAM Smartphone Terbaik dari NET89 – Seperti layaknya sebuah desktop PC, dari sisi hardware, performa sebuah smartphone pun ditentukan oleh prosesor, GPU, serta RAM yang terdapat di dalamnya. Namun di antara tiga komponen tersebut, GPU dan prosesor merupakan kedua komponen yang paling diperhitungkan pada saat memilih sebuah smartphone. Padahal, kapasitas RAM juga tak kalah pentingnya. Pasalnya, tanpa kapasitas RAM yang memadai, proses input maupun output pada smartphone maupun tablet menjadi terhambat.

Hal tersebut terlihat pada saat perangkat tidak merespons ketika diberikan perintah dengan cara menyentuh layar. Sebelum data diproses oleh prosesor, RAM merupakan media penyimpanan sementara untuk data. Itu berarti, setelah data diinput, data tersebut akan masuk ke RAM terlebih dahulu untuk mengantri, kemudian baru diproses oleh prosesor. Dengan kata lain, RAM merupakan jembatan yang menghubungkan input dan prosesor. Lalu sebenarnya berapakah kapasitas RAM yang ideal untuk smartphone maupun tablet? Jawabannya adalah tergantung dari sistem operasi yang digunakannya serta aplikasi yang terinstall pada perangkat smartphone maupun tablet.

Sistem operasi yang mampu mengoptimalkan hardware dan aplikasi dapat membuat penggunaan RAM menjadi lebih efisien. Sementara semakin banyak aplikasi yang terinstall dan berjalan di background, semakin menguras sumber daya RAM yang ada. Tidak hanya itu, semakin kompleksnya data yang diproses, membuat kebutuhan kapasitas RAM pada smartphone maupun tablet pun menjadi semakin tinggi. Sebelum adanya smartphone, sebuah handphone hanya memproses data berupa teks dan sinyal yang ditransmisikan pada saat melakukan panggilan telepon.

Pada teknologi yang lebih lanjut, handphone pun dapat memproses data berupa gambar dan video. Namun pada awalnya, gambar dan video yang diproses pun memiliki resolusi yang sangat kecil. Data yang tidak terlalu besar membuat prosesor single core dengan RAM di bawah 128 MB pun masih sanggup untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. Seiiring semakin tingginya resolusi gambar dan video, serta kebutuhan multimedia lainnya, handphone kini tidak hanya memproses data berupa teks, sinyal, gambar, serta video beresolusi kecil.

Sumber : https://net89.net/

Dua Smartphone Terbaru Apple

iPhone 6 dan iPhone 6 Plus, dua smartphone terbaru Apple yang sudah lama digosipkan, akhirnya resmi muncul ke publik di Cupertino, AS beberapa waktu lalu. Ukuran keduanya adalah 4,7 inch (iPhone 6) dan 5.5 inch (iPhone 6 Plus). Desain iPhone 6 ini terbilang agak berubah dibandingkan iPhone sebelumnya.

Baca juga : Net89

Bentuknya kini bersiku melengkung sehingga lebih ergonomis dengan tangan. iPhone 6 berlayar IPS 4,7 inch berlapis anti gores Shatter proof glass, beresolusi 750×1334 pixels dan kerapatan 326 ppi. Kameranya 8 MP dengan bukaan f/2,2 yang peka cahaya, tanpa keberadaan OIS sebagai peredam guncangan. Apple iPhone 6 kabarnya dibanderol USD 199 (16 GB), USD 299 (64 GB) dan USD 399 (128 GB).

Sementara iPhone 6 Plus berukuran layar 5,5 inch yang ditargetkan untuk segmen premium, punya spek lebih baik daripada iPhone 6. Layar iPhone 6 Plus yang 5,5 inch beresolusi 1920 x 1080 pixels, kerapatan 440 ppi dan berteknologi Retina HD. Sisi belakang phablet dilapisi anodized aluminium dibalut frame stainless steel. Kameranya berteknologi terbaru, yaitu kamera 8 MP iSight dengan True Tone dual ­ash LED dan bukaan lensa lebih baik menjadi f/2,2.

Kamera iPhone 6 Plus ini juga dibekali optical image stabilization (OIS), sebagai peredam goyangan saat memotret. iPhone 6 dan iPhone 6 Plus ditenagai chipset Dual-core 1,4 GHz Cyclone dan GPU PowerVR GX6650 plus bersistem operasi iOS 8. Fitur konektivitasnya berupa LTE, NFC, serta Wi-Fi 802.11ac yang diklaim 3x lebih cepat dibanding WiFi iPhone 5S. Apple iPhone 6 Plus bakal dijual sebesar USD299 (16 GB), lalu USD399 (64 GB) dan USD499 (128 GB).

Phablet Terjangkau ZTE ZMAX

ZTE merilis phablet Android ZMAX untuk operator T-Mobile di Amerika. Phablet berlayar 5,7 inch terjangkau ini akan beredar akhir bulan ini, yaitu 24 September dengan harga $252 tanpa kontrak, atau seharga USD10.50 per bulan selama 24 bulan. Fitur ZTE ZMAX berupa prosesor Qualcomm Snapdragon 400 1,2 GHz quad-core plus memori RAM 2 GB. Ada 16 GB memori internal dan bisa diperbesar dengan microSD.

Layarnya 5,7 inch dengan resolusi 1280 x 720 pixels. Kamera utamanya 8 MP dan bisa merekam video Full HD 1080p ditambah kamera depan 1,6 MP untuk berfoto sel­e. ZTE ZMAX ditenagai baterai yang cukup besar, 3.400 mAh dan berbasis Android 4.4.2 KitKat. Tambahan ­tur lain adalah dual-microphone anti bising dan Dolby DM3 audio.