Category Archives: Parenting

Najib Klaim Uang Rp 1,5 Triliun Donasi dari Saudi

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, merilis dokumen yang dia klaim sebagai bukti bahwa Kerajaan Arab Saudi menyumbangkan US$ 100 juta (304,5 juta ringgit) atau sekitar Rp 1,5 triliun kepadanya pada 2011. Dokumen, yang diunggah di halaman Facebook milik Najib, itu mengungkapkan bahwa sumbangan tersebut sesuai dengan isi surat yang ditulis Pangeran Saudi Abdul Aziz Al-Saud pada 1 Februari 2011. Menurut Najib, surat itu ditujukan ke kediaman Najib di Jalan Langgak Duta.

Sumbangan itu diberikan karena Saudi mengakui kontribusi Najib dalam dunia Islam. “Mengingat persahabatan yang telah kami kembangkan bertahun-tahun dan ide-ide baru Anda sebagai pemimpin Islam modern, saya memberikan Anda US$ 100,” ujar Pangeran Arab Saudi Abdul Aziz Al-Saud dalam suratnya, seperti dikutip The Star Online, kemarin. Dalam surat itu, Pangeran Saudi menyatakan bahwa Najib memiliki kebebasan untuk menentukan penggunaan hadiah tersebut. Pangeran Saudi juga yakin bahwa Najib akan terus mempromosikan Islam hingga terus berkembang.

Belanja Persiapan Menyambut Si Kecil

BARU BELANJA SETELAH TUJUH BULAN “Sesuai dengan mitos di Yogya, tempat tinggalku, shopping perlengkapan bayi baru boleh dilakukan setelah usia kehamilan tujuh bulan. Akhirnya setelah acara tujuh bulanan selesai, baru deh aku belanja perlengkapan baby. Karena suami bekerja di Cikarang dan aku tinggal di Yogya, aku belanja ditemani Ibu. ‘Yang penting-penting saja dulu,’ katanya. Perlengkapan bayi yang aku beli warnanya dominan netral: hijau, biru, kuning, krem, dan merah. Setelah dibeli, tidak lupa dicuci, karena baju bayi yang baru masih banyak debunya. Habis dicuci lalu disimpan, plus nyiapin di tas untuk persiapan melahirkan.” RINA YULIANTI, 7 BULAN

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

MULAI BELANJA SEJAK MENGETAHUI JENIS KELAMIN BAYI “Pada usia kehamilan 5 bulan, selain kondisi kesehatan janin, kita juga sudah dapat mengetahui jenis kelamin si kecil melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pada saat itulah, saya dan suami mulai belanja persiapan menyambut si kecil. Karena berdasarkan pemeriksaan USG, bayi saya berjenis kelamin laki laki, kami mulai berbelanja baju, popok, topi hingga ranjang bayi dengan tema warna biru dan gambar kartun lucu.” VICKA FARAH DIBA, 5 BULAN

“Kalau ngomongin belanja persiapan menyambut si kecil, aku sudah excited banget sejak bulan-bulan pertama mengandung. Tapi orangtua bilang, sebelum tujuh bulan enggak boleh belanja belanja dulu. Aku nurut saja. Begitu usia kandungan memasuki tujuh bulan, langsung deh aku kayak orang kesurupan belanja baju yang lucu-lucu, bando, sepatu, dan yang lainnya. Habisnya kalau baju cewek itu lucu-lucu dan banyak modelnya. Suamiku cuma senyum-senyum saja kalau lihat aku kebingungan sendiri milih-milih keperluan bayi. Pokoknya, seru deh belanja keperluan si kecil, apalagi kalau tahu bayi yang sedang aku kandung cewek, pengennya didandanin melulu kalau nanti sudah lahir.” RENY KURNIAWATI, 7 BULAN EXCITED SEJAK BULAN PERTAMA MENGANDUNG

RIA AGUSTINA, 7 BULAN PAKAI PERLENGKAPAN BAYI PUNYA KAKAK “Untuk kehamilan anak kedua, saya merasa gembira meski rasa mual dan mudah lelah sering saya rasakan. Hasil USG menunjukkan janin saya berjenis kelamin perempuan. Alhamdulillah, tepat seperti keinginan saya karena anak pertama laki-laki. Untuk anak kedua ini saya sedikit hemat belanja karena masih ada stok baju dan perlengkapan punya kakaknya saat masih bayi dulu. Baju, selimut, popok, tempat tidur, kelambu bayi, kereta dorong masih saya simpan dengan rapi. Semuanya tinggal saya cuci bersih, jemur, sebagian disetrika lalu saya simpan kembali sampai waktunya melahirkan. Alhasil, saya hanya membeli beberapa baju, celana, sepatu, serta topi bayi warna cerah seperti pink, ungu, dan oranye. Walaupun banyak memakai barang-barang lama tapi kebersihan dan kualitasnya masih terjamin.”

Belajar Mengingat Wajah Dan Nama Bag2

Selain itu, di waktu luang atau ketika sedang menceritakan suatu pengalaman keluarga, tunjukkan foto sosok yang dimaksud kepada anak. Kenalkan lewat foto tersebut anggota keluarganya, baik keluarga inti maupun keluarga besar. Ceritakan mengenai silsilah sederhana keluarga dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami si batita. Contoh, “Ini Bunda, yang duduk di samping Bunda itu kakak Bunda, namanya Bude X. Di sebelah Bude X, ada adik Bunda. Namanya, Tante Y.”

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Batita Dan Sosialisasi

Mengenalkan anak dengan berbagai lingkungan baru sangat bermanfaat untuk melatihnya mampu bersosialisasi dengan banyak orang, serta agar kelak ia punya kemampuan penyesuaian diri yang cepat pada situasi berbedabeda. Apalagi sejak bayi hingga usia 2 tahunan anak tengah mengembangkan rasa aman dan percaya pada lingkungan sekitarnya.

“Pembentukan ini penting untuk membantunya menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus menanamkan identitas melalui pemahaman peran dan rasa empati,” urai ibu satu anak ini. Ini juga bisa membantu anak memahami diri, tahu identitasnya, keberadaannya di dalam kelompok, pemahaman peran, serta relasi sosial khususnya dengan keluarga.

Batita dapat dengan cepat membentuk jalinan ikatan dengan anggota keluarganya. Cara paling baik dengan mengajari anak melalui pengalaman, yaitu mengenalkan secara langsung. Meski awalnya, si kecil akan cenderung menolak berinteraksi dengan orang yang jarang ia lihat, sekalipun orang tersebut adalah keluarganya. Pada saat ini kita bisa mendampingi anak selama beberapa waktu, bila ia sudah mulai membaur, kita bisa menjauh.

Lain hal jika anggota keluarga berada di luar kota atau luar negeri, maka caranya bisa dengan bercerita melalui media foto atau melalui teknologi seperti Skype. Tidak ada latihan khusus untuk mengingat karena biasanya batita akan mengingat dan merasa familiar dengan pengalaman langsung sehari-hari. Semakin sering berinteraksi, akan semakin mudah bagi batita untuk mengingat. Untuk memperkuat pengenalan batita, kita dapat membantunya mengingat dengan meminta anak menceritakan pengalamannya setelah bertemu dengan para anggota ke luarganya.

Pancinglah dengan pertanyaan, “Tadi Adek habis ketemu siapa saja?” Biarkan ia bercerita, jangan memotong ceritanya, ya. Kita perlu belajar sabar menunggu respons jawaban atau cerita si kecil. Menuturkan pengalaman apa pun dapat merangsang daya ingat sekaligus melatih kemampuan si kecil bicara. Kebiasaan ini baik bila dilakukan pada malam hari, sebelum tidur. Jangan lupa memberinya pujian ketika anak berhasil mengingatnya.

Sumber : pascal-edu.com