Category Archives: Berita

Aksi 212 Sebagai Faktor Penentu Bag2

Namun akhirnya kubu Prabowo tidak memilih Somad, Salim, ataupun ulama lainnya, melainkan Sandiaga. Tanpa disadari, rupanya kubu Jokowi juga melihat politik aliran sebagai faktor penentu. Sambil meredam keinginan Cak Imin, yang ingin menjadi calon wakil presiden, Jokowi mengatasnamakan wakil dari unsur Nahdlatul Ulama (NU), dengan “ancaman” keluar dari koalisi kalau tidak dipenuhi, dengan memutuskan Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya.

Ini akhirnya diterima juga oleh Cak Imin karena Ma’ruf adalah Rais ‘Aam NU. Partai-partai pengusung Jokowi juga menyetujuinya. Tapi keputusan ini bukan tanpa risiko. Berikut ini permasalahan yang bisa timbul. Pertama, menenangkan para fan Ahok, yang disebut Ahoker, karena selama ini mereka berpendapat Ma’ruf adalah penyebab Ahok turun dari jabatannya dan dipenjara. Kedua, Ma’ruf sudah berusia 75 tahun dan kondisinya tidak seprima JK. Salah satu foto yang beredar menunjukkan bagaimana Jokowi menggandeng Ma’ruf dan, meskipun Jokowi tersenyum lebar, Ma’ruf bahkan lebih mirip orang yang sulit berjalan.

Perlu menjadi perhatian bagaimana kalau nantinya dia tidak lolos uji kesehatan? Apakah Jokowi dan partaipartai pendukungnya bisa menggantinya dengan calon wakil presiden baru? Apakah tidak muncul keributan baru? Ketiga, meskipun pernah menduduki jabatan anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Ma’ruf tidak pernah mengepalai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan birokrasi ataupun pemerintahan. Beberapa tugas presiden nanti didelegasikan kepada wakil presiden.

Garda Oto Holiday Freestival

Garda Oto Holiday Freestival – Setelah merilis aplikasi Garda Mobile Otocare beberapa waktu yang lalu, Asuransi Astra kembali menyelenggrakan Garda Oto Holiday Freestival. Gelaran pertama berlangsung di D’Mal, Depok, pada 13 Juni 2015, dilanjutkan pada tempat kedua, di Bintaro X-Change, Tangerang Selatan, pada 20 Juni 2015. Sementara itu, gelaran ketiga dilangsungkan di Surabaya, tepatnya di Lenmarc Mall pada 27 Juni 2015. Dalam Garda Oto Holiday Freestival, setiap pengunjung mal yang bertransaksi sebesar Rp200 ribu dapat menukarkan struk belanja dengan satu GOXC (Garda Oto eXperience Card). Kartu serba manfaat dari Garda Oto ini bisa digunakan untuk mengatasi masalah selama berkendara seperti kehabisan bahan bakar, mogok di jalan, hingga kunci tertinggal di dalam mobil.

Semua bantuan cuma-cuma tersebut dikerjakan langsung oleh tim Garda Siaga Emergency Roadside Assistance (ERA). Kemeriahan Garda Oto Holiday Freestival kini berlanjut ke dua pusat perbelanjaan di Jakarta, yaitu Mal Kota Kasablanka dan Electronic City – SCBD. Penyelenggaraan di Mal Kota Kasablanka dilakukan pada Sabtu, 4 Juli 2015, disusul dengan Electronic City pada 5 Juli 2015. Di Mal Kota Kasablanka, acara dihadiri oleh para blogger yang menjadi finalis Otocare Blog Competition. Pengumuman pemenang Otocare Blog Competition pun menjadi ajang yang paling dinantikan oleh para finalis tersebut. Para juri yang terdiri dari perwakilan Asuransi Astra, dan perwakilan dari Majalah CHIP Kompas Gramedia, memutuskan, Yohanes Andri Wardhana dengan judul tulisan “Value Added Services di Industri Asuransi Mobil: Aplikasi Mobile” dalam blog jogjahr.com, menjadi pemenang pertama Otocare Blog Competition. Disusul oleh Sutoro, dengan judul tulisan “Garda Mobile Otocare Solusi Berkendara Hanya dalam Genggaman” dalam blog sutoro.web.id, sebagai pemenang kedua. Dan, pemenang ketiga adalah Anita Lusiya Dewi, dengan judul tulisan “Tips Aman dan Nyaman Berkendara Bagi Wanita” dalam blog makarame.com. Sementara itu, penyelenggaraan Garda Oto Holiday Freestival di Electronic City pada 5 Juli 2015 juga berlangsung seru dan meriah.

Selain dihadiri oleh anggota berbagai komunitas mobil dari wilayah Jabodetabek, acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan khusus dari Polisi Cilik (Pocil). Kedua acara tersebut tentunya juga bertabur manfaat lain, seperti sharing pengetahuan tentang kesehatan selama berpuasa dan aman berkendara saat mudik sambil ngabuburit. Bagi masyarakat yang juga ingin mendapatkan keamanan dan ketenangan selama mudik melalui GOXC, ada cara lain Garda Oto Holiday Freestival Asuransi Astra kembali menggelar Garda Oto Holiday Freestival yang merupakan bagian dari program Garda Oto Holiday Campaig. Kegiatan tersebut diselenggarakan sejak 1 Juni – 31 Juli 2015. yaitu dengan mengunduh aplikasi Garda Mobile Otocare. Otocare dapat diunduh melalui Google Play untuk platform Android dan Apple App Store untuk platform iOS/iPhone. Bagi pengguna, walaupun bukan pelanggan Garda Oto, yang mengunduh aplikasi ini hingga 31 Juli 2015 akan mendapat e-Garda Oto eXperience Card (e-GOXC) dengan manfaat yang sama yaitu satu kali layanan darurat di jalan 24 jam Garda Siaga secara gratis untuk perlindungan selama musim mudik Lebaran

Main Judi Via Pulsa dengan Aplikasi dari Indosat

Main Judi Via Pulsa dengan Aplikasi dari Indosat – K emajuan teknologi digital yang sangat pesat men- dorong dunia pendidikan menyediakan pelajaran tambahan, termasuk pengembangan aplikasi ber- basis mobile. Melihat antusiasme yang besar dari para pelajar mengenai Indosat Wireless Innovation Contest ini, dan didukung dengan hasil survey yang dilakukan, hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata, banyak sekali adik-adik yang nota bene-nya masih pelajar, baik di tingkat sekolah dasar maupun menengah, sudah bisa membuat mobile application (bukan hanya idea semata). Selain itu, atensi yang semakin besar dari para developer muda yang telah lama mengembangkankan aplikasinya, harus mendapatkan perhatian khusus. Hal ini mendorong perlu dilakukannya penyesuaian dari katagori kepesertaan di IWIC ke-9 tahun ini. Penyesuaian katagori tersebut, antara lain dengan adanya Katagori Kids: diperuntukkan bagi tingkat SD, boleh berupa proposal ide, maupun mobile apps yang dibuat oleh adik-adik tingkat Sekolah Dasar.

Katagori Teens: diperuntukkan bagi tingkat SMP dan SMA, berupa proposal ide maupun mobile apps yang diciptakan oleh adik-adik tingkat sekolah menengah. Katagori Mahasiswa dan Umum: diperuntukkan bagi mahasiswa maupun khalayak umum yang ikut berpartisipasi menjadi peserta IWIC melalui proposal ide maupun aplikasi yang telah dibuat sebelumnya. Lalu ada Katagori Developer: diperuntukkan bagi para developer aplikasi muda Indonesia yang telah memiliki aplikasi yang telah dikomersilkan namun belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis. Yang tidak kalah seru dari katagori yang ada pada tahun ini, adalah Special Category Apps for Woman: merupakan katagori yang dapat diikuti oleh peserta laki-laki maupun perempuan, namun diharapkan dapat mendorong semakin banyak perempuan yang turut berpastisipasi membuat aplikasi mobile dan semakin mendekatkan perempuan kepada kesempatan-kesempatan baru yang dihadirkan dari teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu, ada juga Special Category Apps for Inbound Tourism: merupakan pembuatan Applikasi yang diperuntukkan bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, maupun wisatawan-domestik yang ingin menikmati tujuan pariwisatanya di Indonesia, dibantu dengan kemudahan sebuah mobile-apps. Para peserta bebas memilih Sub-Katagori yang dapat dipilih, antara lain: Communication, Lifestyle, Education, Multimedia, Games, dan Utility (Tools, Security, Idea/apps for disable). Dengan penyesuaian katagori di atas, akan mengakibatkan kompetisi menjadi semakin berimbang. Sehingga, diharapkan IWIC ke-9 dapat terus menjadi sarana calon Technopreneur muda Indonesia untuk mewujudkan mimpinya.

Mobil Ultra Efisien dari Hyundai

Mobil Ultra Efisien dari Hyundai – Isu cadangan bahan ba­ kar yang menipis ditanggapi dengan ekstrem oleh Hyundai. Pabrikan asal Korea Selatan itu pun mengeluarkan mobil yang memiliki kemampuan tiga mode penggerak. Mobil bernama Ioniq ini bisa beroperasi dengan menggunakan mode full electric, electric hybrid dan parallel hybrid. Mungkin teknologi ini bukan yang pertama, tapi Hyundai yang pertama mengadopsi ketiga mode penggerak itu dalam satu kendaraan.

Hyundai Ioniq dirancang untuk memberikan pengalaman mengemudi yang responsif dan menyenangkan, tapi dengan dampak kerusakan lingkungan yang minim. Para desainer Hyundai berhasil meracik tampilan Ioniq yang terlihat “emosional” tapi berkesan eco friendly. Desain eksterior bisa meminimalkan hambatan angin dan membantu aliran udara yang efisien di sepanjang bodi. Pada bagian depan, desain khas Hyundai tetap dipertahankan dengan tampilan gril heksagonal. Tampilan elegan dan terkesan mengalir lembut pada eksterior pun berlanjut ke interior.

Tampilan interior Ioniq terlihat lega dan bersih. Penataan tombol kontrol pun terkesan simpel tapi stylish. Penamaan Ioniq terinspirasi dari kata ion yang berarti atom bermuatan listrik. Hal itu terepresentasikan pada mobil yang mampu memiliki kombinasi penggerak elektrik yang cerdas. Selain itu, nama ini juga diharapkan mampu mendongkrak kesan Hyundai sebagai produsen yang peduli akan lingkungan. Mobil ini akan diperkenalkan perdana di Korea Selatan pada Januari tahun depan. Setelah itu, mobil ini akan turut dipamerkan di gelaran Geneva Motor Show dan New York Auto Show.

Roadster Blasteran Fiat – Mobil Keren untuk Menjelajah Kota Bunga

Roadster Blasteran Fiat – Mobil Keren untuk Menjelajah Kota BungaIni adalah Fiat 124 Spi- der. Roadster pabrikan Italia berkapasitas dua penumpang ini dikembangkan menggunakan basis dari Mazda MX-5. Mobil ini menjadi upaya pertama Fiat untuk kembali bermain di segmen sportscar cabriolet setelah berakhirnya produksi Fiat Barchetta 10 tahun silam. Walau harus berbagi platform dengan saudara jauhnya dari Jepang, tampilan Fiat 124 Spider terlihat cukup berbeda. Mulai dari desain lampu utama, gril, dan lampu belakang yang sedikit membulat. Pun dimensinya lebih panjang 139 mm, wheelbase lebih rendah 5 mm, lebih lebar 10 mm dan 2 mm lebih rendah dari MX-5.

Sayangnya saat Anda masuk ke interior, akan terlihat dasbor, konsol tengah, hingga setir yang identik dengan produk Mazda. Hanya lambang Fiat pada setir yang membuatnya sedikit berbeda. Beberapa hal yang membuatnya istimewa adalah mesin yang diambil dari Abarth 500, dengan kapasitas 1.368 cc. Mesin turbo MultiAir ini menyemburkan 138 dk dengan torsi maksimum 240 Nm yang tersedia mulai dari 2.250 rpm. Serta dipadu pilihan transmisi otomatis dan manual 6 percepatan. Selain itu, 124 Spider juga akan tersedia dalam versi Abarth yang diprediksi memiliki performa lebih baik dengan tampilan bernuansa balap.

Menggunakan sasis yang sama, ia dilengkapi suspensi double wishbone serta multi link pada roda depan dan belakang. Pelek 16 inci pun sudah jadi standar, sedangkan pada varian Lusso diberikan pelek 17 inci. Memiliki bobot 1.050 kg, ia hanya lebih berat 3 kg dari MX-5, cukup impresif mengingat desain bodinya yang berdimensi sedikit lebih besar dan penggunaan turbo di balik kap mesin. Fiat 124 Spider akan diproduksi bersama dengan Mazda MX-5 di Hiroshima, Jepang. Pihak Fiat belum mengumumkan harga resmi untuk meminang roadster blasteran Italia-Jepang ini. Tampil eksotis dengan atap terbuka, Fiat 124 Spider layak ditunggu kehadirannya di Indonesia

Demam Lada Dipicu Harga Bag4

Berbeda dengan Selvi, Dyah Manohara memprediksi harga lada tidak akan terjun bebas. Sebab, puncak kenaikan harga su dah terjadi pada 2015. Harga sekarang, menurut dia, sudah relatif ?at. Direktur Eksekutif IPC W.D.L. Gunaratne mengatakan permintaan pasar lada dunia meningkat pesat. Hal itu didorong adanya perubahan tren konsumen dunia yang beralih ke natural dan organik. Perisa buatan yang mengandung bahan kimia mulai ditinggalkan. ”Ini peluang besar untuk negara-negara produsen, terutama Indonesia,” kata warga negara Sri Lanka itu.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Tjahja Widayanti mengatakan permintaan lada dunia rata-rata naik 3,3 persen per tahun selama lima tahun terakhir. Pada 2015, permintaan lada di pasar internasional mencapai 390.200 ton atau senilai US$ 3,4 miliar. Amerika Serikat merupakan importir terbesar dengan pangsa 20,6 persen. Meski menjadi produsen, Indonesia juga mengimpor lada 1.400 ton per tahun.

Tjahja mengatakan Indonesia merupakan negara penghasil lada terbesar kedua di dunia. Pada 2013, produksi lada Indonesia mencapai 91 ribu ton. Angka itu turun menjadi 88.300 ton pada 2015. Sebanyak 55 persen produksi lada Indonesia diekspor. Meski luas tanam bertambah, penurunan produksi ini diduga akibat hujan yang turun sepanjang tahun sehingga pembungaan gagal. ”Akibat turunnya produksi, harga naik sekitar 13,5 persen per tahun,” ujarnya.

Indonesia memiliki potensi besar karena luas lahan ladanya merupakan yang terbesar di dunia, yakni 178 ribu hektare. Sayangnya, produktivitas Indonesia hanya 0,5 ton per hektare. Bandingkan dengan Vietnam, yang mencapai 3,2 ton per hektare. Gunaratne menilai rendahnya produktivitas lada di Indonesia lantaran petani belum menganggapnya sebagai komoditas utama. Kebanyakan kebun lada diusahakan ala kadarnya, bahkan boleh dibilang tanpa pemupukan. ”Lada Indonesia adalah lada organik secara tidak disengaja,” kata Gunaratne. Sayangnya, tidak ada yang disertifkasi sehingga harganya dihitung sama saja.

Eksplor Asi Sunyi Anggi Noen Bagian 2

Tapi kesunyian ini yang memberi Anggi kesempatan menempatkan ledakan-ledakan kecil yang efektif, seperti saat Thukul tiba-tiba dengan lantang berbicara seolah-olah sedang memimpin demonstrasi, dalam sebuah adegan sureal di sebuah studio pasfoto, atau saat tiba-tiba istri Thukul, Sipon, memuncak kemarahannya kepada orang yang menuduhnya berbuat asusila.

Lewat flm yang terlihat sederhana ini, Anggi mampu memberikan rasa hidup di Indonesia pada saat itu kepada penonton: represif dan mencekam. Lahir di Sleman pada 1983, Anggi ada lah bagian dari komunitas sineas Yogyakarta, salah satu kota dengan geliat sinema paling bergairah di Indonesia. Film panjang pertamanya, Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya (2012), berkompetisi di Festival Film Locarno, yang bergengsi, tapi luput dari perhatian penonton awam flm Indonesia.

Sama halnya dengan Istirahatlah Kata-kata, flm pertama Anggi itu menggunakan tata kamera statis dan panjang untuk mere?eksikan emosi para karakternya. Anggi menganggap pendekatan sinema ini berasal dari bentuk seni pertunjukan yang dekat dengan dirinya. Sejak kecil, dia kerap menonton wayang dan ketoprak, yang tentu tidak mengenal pergantian sudut pandang.

Tentang kesunyian, Anggi bercerita tentang satu rutinitas yang telah dia lakukan bertahun-tahun: naik sepeda motor dari rumahnya di Desa Kali Duren, Sleman, ke pusat Kota Yogyakarta di jalan yang sepi. Film Anggi, termasuk flm-flm pendeknya, selalu berisi komentar sosial dan tak jarang bermain-main dengan politik. Tapi Anggi menolak mengatakan flm-flmnya sebagai flm politis.

Dia menganggap flmflmnya adalah rekam sejarah. Ini yang mengakibatkan penampilan kenyataan lebih menjadi prioritas baginya ketimbang penggambaran yang terlalu dipoles. Film-flm Yosep Anggi Noen memang konsisten secara gaya bercerita. Bukan kerja kamera yang hiperaktif atau penyuntingan gambar yang kinetik. Pewarnaan gambar pascaproduksi juga tidak dilakukan secara berlebihan.

Eksplor Asi Sunyi Anggi Noen

Sangat mudah memilih Yosep Anggi Noen sebagai sutra dara Indonesia yang memiliki pencapaian tertinggi tahun ini. Arahannya dalam film Istirahatlah Kata-kata (Solo, Solitude) sangat matang dan efektif untuk menginterpretasikan satu penggalan masa dari hidup seorang tokoh yang telah menjadi bagian kuat dari sejarah reformasi Indonesia, seniman aktivis Wiji Thukul.

Mengangkat kisah hidup seorang tokoh penting adalah kesempatan yang seksi bagi seorang pembuat flm karena hidup dan karakter para tokoh yang menjadi dasar cerita biasanya menarik. Tapi sering kali sineas, terutama di Indonesia, terjebak dalam kecenderungan menjadikan tokoh tersebut sebagai kultus individu, sehingga karakter tokoh itu menjadi tidak realistis.

Dari masa hidup Wiji Thukul yang lahir pada 1963 di tengah keprihatinan sampai hilangnya bersama belasan aktivis lain pada 1998, Yosep Anggi, yang juga menulis skenario flm ini, memilih periode persembunyian Thukul di Pontianak pada 1996-1997 sebagai materi cerita. ”Dari riset yang saya lakukan, saya berkesimpulan justru di periode ini suasana emosi Wiji Thukul paling kompleks,” kata Anggi.

Dia juga menambahkan bahwa pada masa pelarian di Kalimantan, selain sikapnya yang waswas setelah menjadi buron, Thukul sering marah karena merasa tersingkirkan dari pergerakan di Jakarta. Dalam flm Istirahatlah Kata-kata juga terlihat Thukul menemukan pemahaman baru tentang dirinya sendiri di lingkungan yang asing.

Anggi memilih membenturkan kompleksitas karakter dan situasi politik saat itu dengan pendekatan sinema yang rendah hati. Ia tidak melibatkan adeganadegan kolosal Indonesia yang bergejolak, atau adegan meriah Thukul yang membacakan puisi-puisinya dengan karismatis. Kalaupun ada beberapa puisi Thukul yang dimasukkan ke flm, semuanya ditampilkan lewat narasi voice-over. Hasilnya adalah sebuah flm yang kontemplatif dan sunyi.