Retrospeksi Sardono W. Kusumo Bag9

”Samgita itu sebenarnya dasarnya adalah tari primitif Dayak. Gita artinya bunyi. Inti dari suara. Pertunjukan Samgita menampilkan impuls-impuls tubuh tanpa banyak bantuan gamelan.” Yang juga mengesankan adalah dokumentasi pengembaraan Sardono di Desa Teges dan Pliatan, Bali, pada 1971. Kita melihat, dalam dokumentasi di Pliatan, I Gde Tapa Sudana dan Made Netra, dua penari Bali, membantu Sardono (kini Tapa Sudana bermukim di Paris).

Kita menyaksikan adegan Sardono terbaring seperti mayat dikelilingi para penari kecak. Lalu ia dibopong beramai-ramai. Kita bisa menyaksikan proses latihan Cak Tarian Rina yang tersohor itu. Tarian itu dianggap sebagian kalangan merusak tata krama. Oleh pemuka masyarakat, karya itu dilarang dibawa Sardono ke Jakarta karena dianggap menampilkan anak-anak telanjang bulat dan melibatkan pemangku pura yang seharusnya tak boleh ikut main.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *