Membangun Sikap Asertif Bag2

Sedangkan anak yang bersikap asertif, saat diejek ia akan berkata, “Ya, sepatu ini mungkin kurang keren, tapi aku suka, kok!” Dengan memiliki sikap asertif, anak mampu merespons dengan tepat pada setiap hal yang dihadapinya. Anak yang cenderung easy going dan selalu berpikir “everything is going well” memang kadang menenangkan. Setidaknya anak tidak mudah cranky, ribut, atau rewel.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Namun, ketika ia terlibat dalam situasi tidak nyaman dan harus memperjuangkan haknya, maka ia juga harus mampu bersikap asertif. Misal, saat mainannya direbut, alih-alih memintanya kembali, anak lebih memilih mainan yang lain. Padahal, ia boleh kok meminta kembali mainannya de ngan cara baik-baik, dengan berkata, “Itu mainanku, kamu boleh pinjam mainan itu, tapi setelah aku selesai bermain.” Dengan bersikap asertif, anak tahu apa yang menjadi kebutuhannya dan bagaimana memenuhi kebutuhan dirinya, tanpa merugikan orang lain.

Memang untuk mengajarkan sikap demikian susah-susah gampang, apalagi untuk anak prasekolah. Namun, kita tetap bisa mengajarinya dengan menjadi panutan dan tentu, mengajari anak secara langsung. PERAN ORANGTUA Orangtua dapat menunjukkan contoh bersikap asertif dalam keseharian, mulai saat ngobrol dengan anggota keluarga, teman, rekan kerja, berhadapan de ngan salesman, dan seterusnya. Anak merekam dalam ingatan semua perilaku yang ia lihat dari orangtuanya, dan kemudian menirukannya. Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak tip berikut. ¦ Kita juga harus asertif.

Saat kita terbiasa mengutarakan apa yang kita rasakan kepada pasangan atau anak di rumah, anak belajar mengekspresikan perasaan dan keinginan adalah wajar dan boleh dilakukan. Kita bisa menyampaikan pada anak, perasaan senang dan bangga saat ia berhasil makan sendiri adalah wajar, sama dengan rasa kecewa ketika anak menangis karena keinginannya tidak terpenuhi. ¦ Berikan anak kesempatan untuk ikut urun rembuk dalam diskusi keluarga, misal, dengan menentukan menu harian atau rencana akhir pekan. Bantu anak memperkuat pendapatnya, dengan menyatakan persetujuan atau mungkin memberikan saran lain terkait pendapatnya. Contoh, saat anak memberi nama binatang peliharaan.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *