Oray-orayan Tisna Bag2

Tiga pria lalu membuka semua pakaian mereka, kecuali celana pen dek, lalu berbaring dalam pose berbedabeda di atas kanvas. Para penari yang terus bergerak mengitari kanvas kemudian melemparkan serbuk-serbuk dari dalam lesung ke atas kelambu, jatuh ke atas tubuhtubuh meringkuk itu. Terciptalah lukisan tubuh dengan tekstur dan warna alami: hitam, cokelat, kuning, dan putih.

Seni karuhun atau seni nenek moyang, begitu Tisna menyebut pertunjukan yang jadi pembuka pameran bertajuk ”Siklus Abu” itu. Tisna membawa berbagai hasil bumi ke ruang pameran. Rempah-rempah, beras, jagung, ubi, pisang, dan kacang ia pamerkan. Begitu pula hasil kerajinan tangan seperti nyiru, wadah nasi, dan kipas dari anyaman bambu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *