Oray-orayan Tisna Bag2

Tiga pria lalu membuka semua pakaian mereka, kecuali celana pen dek, lalu berbaring dalam pose berbedabeda di atas kanvas. Para penari yang terus bergerak mengitari kanvas kemudian melemparkan serbuk-serbuk dari dalam lesung ke atas kelambu, jatuh ke atas tubuhtubuh meringkuk itu. Terciptalah lukisan tubuh dengan tekstur dan warna alami: hitam, cokelat, kuning, dan putih.

Seni karuhun atau seni nenek moyang, begitu Tisna menyebut pertunjukan yang jadi pembuka pameran bertajuk ”Siklus Abu” itu. Tisna membawa berbagai hasil bumi ke ruang pameran. Rempah-rempah, beras, jagung, ubi, pisang, dan kacang ia pamerkan. Begitu pula hasil kerajinan tangan seperti nyiru, wadah nasi, dan kipas dari anyaman bambu.

Siap-siap Konsultasi Pertama

Setelah test pack membawa kabar gembira, konsultasi pertama kehamilan adalah langkah selanjutnya. Apa saja yang perlu dipersiapkan? ‘ LANGKAH 1: MENENTUKAN DOKTER OBGIN TERBAIK BAGI MAMA Inilah salah satu pertanyaan yang kerap membuat mamil bingung di awal kehamilan, “Siapakah dokter obgin yang akan saya pilih?” Tak jarang juga, mamil malah semakin bingung setelah meminta atau mendapatkan banyak rekomendasi dari kerabat yang sudah terlebih dahulu hamil.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Ada yang bilang dokter A bagus, ada pula yang bilang kalau dokter B lebih bagus. Jadi, siapa yang akan Mama pilih, ya? Perlu Mama pahami, memilih dokter obgin sama halnya seperti memilih “jodoh”, yang terbaik bagi orang lain belum tentu terbaik bagi Mama. Nah, untuk membantu Mama menemukan dokter obgin yang tepat, dr. Budi Santoso, SpOG, FMAS, memberikan beberapa pertimbangan: U Dokter obgin yang menjalankan prinsip-prinsip kebidanan.

Salah satunya, memberikan informasi yang jujur kepada pasien, baik tentang kesehatan ibu maupun janin. Misalnya saja, saat terjadi komplikasi, seperti bayi terlilit tali pusat, namun kelahiran masih mungkin dilakukan secara normal, maka dokter obgin seharusnya mendukung pasien untuk bisa melahirkan secara normal. Jadi, bila kelahiran normal adalah cara yang benar-benar ingin Mama tempuh, pilihlah dokter obgin dengan “predikat” pro-normal, sementara bedah sesar hanya ia gunakan sebagai pilihan terakhir. U

Komunikatif. Maksudnya, mau menjawab pertanyaan dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pasien. Padatnya jadwal sangat mungkin membuat dokter terburu-buru dalam melayani pasien, sehingga mamil tak mendapatkan informasi lengkap selain hasil USG. Padahal, sebagai pasien, mamil berhak mendapatkan informasi ataupun masukan yang lengkap tentang kesehatan. U Memiliki jam praktik full time. Mama akan lebih mudah saat ingin bertemu dengan dokter tersebut, terlebih dalam kondisi darurat.

Bila dokter hanya praktik beberapa kali dalam seminggu, berlangsung hanya s jam, dan jadwalnya terbagi di rumah sakit lain, ditakutkan memiliki keterbatasan jadwal saat mamil membutuhkannya segera. Dengan memiliki jam praktik full time, bisa menghindari risiko jadwal berbenturan. Misalnya, saat pembukaan Mama sudah lengkap, namun dokter masih menangani pasien di rumah sakit lain. Sebaiknya mamil memikirkan risiko ini sejak awal.

Sumber : https://ausbildung.co.id/