Atur Pola Hidup Agar Sperma Sehat

Lakukan Ini:

memerhatikan berat badan

Terlalu banyak lemak tubuh dapat meng ganggu produksi hormon reproduksi, mengurangi jumlah sperma, dan mening katkan jumlah sperma yang abnormal.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Olahraga teratur

Aktivitas olahraga, bukan hanya sangat baik untuk kesehatan kita secara umum, tetapi juga untuk kesehatan reproduksi. Lakukan olahraga 3-5 kali per minggu selama 30 menit. Hindari olahraga berlebihan karena justru dapat menurunkan kualitas sperma.

Kelola stres

Stres dapat mengganggu hormon terten tu yang diperlukan untuk memproduksi sel sperma, selain juga dapat menurunkan fungsi seksual. Konsumsi makanan kaya antioksidan. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya akan antioksidan untuk meningkatkan kesehatan sperma. Konsumsi multivitamin. Mengonsumi suplemen/makanan mengandung vitamin C, asam folat, dan mineral karena penting untuk menghasil kan produksi sperma dan fungsinya yang optimal.

Hindari Ini:

Rokok, alkohol, obat terlarang

– Rokok mengandung ribuan zat berbahaya. Merokok dapat menyebab kan sperma menjadi cacat, bergerak perlahan, jumlahnya sedikit, bahkan merusak DNA sperma. – Minum alkohol dapat mengurangi kualitas dan kuantitas sperma. – Ganja (marijuana) menurunkan gerakan sperma dan meningkatkan jum lah sperma yang abnormal. Kokain dan opiat berkontribusi dalam disfungsi ereksi.

Paparan panas berlebihan

Efek panas pada testis dapat menu runkan jumlah/produksi sperma. Untuk itu, hindari hal-hal yang dapat menimbulkan efek panas, seperti: – Lingkungan kerja yang panas. – Mandi di bathtub lebih dari 30 menit dalam air bersuhu 40 Celsius atau sauna. – Penggunaan komputer laptop secara langsung di pangkuan. – Pemakaian celana ketat. – Duduk di kursi lebih dari 30 menit di tambah memakai celana pendek ketat. Bila berkendara, seringlah berhenti untuk istirahat.

Pelumas selama berhubungan intim. Penggunaan pelumas, losion, bahkan air liur dapat mengganggu gerakan sperma. Obat tertentu. – Anabolik steroid, antibiotik, dan obat obatan tertentu yang digunakan untuk mengendalikan penyakit kronis, seperti: tekanan darah tinggi atau penyakit inflamasi usus dapat mengurangi kesuburan. – Anti-androgen yang digunakan untuk mengobati pembesaran prostat dan kanker dapat mengganggu produksi sperma.

Obat kemoterapi dan pengobatan radiasi untuk kanker bisa menyebabkan kemandulan permanen. Racun. Paparan terhadap bahan kimia, seperti: pestisida logam berat, limbah industrii dan zat kimia pelarut dapat memengaruhi kuantitas dan kualitas sperma. Gunakan pakaian pelindung dan masker wajah, serta ventilasi harus tepat, untuk mengurangi risiko menyerap racun.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *