Belanja Persiapan Menyambut Si Kecil

BARU BELANJA SETELAH TUJUH BULAN “Sesuai dengan mitos di Yogya, tempat tinggalku, shopping perlengkapan bayi baru boleh dilakukan setelah usia kehamilan tujuh bulan. Akhirnya setelah acara tujuh bulanan selesai, baru deh aku belanja perlengkapan baby. Karena suami bekerja di Cikarang dan aku tinggal di Yogya, aku belanja ditemani Ibu. ‘Yang penting-penting saja dulu,’ katanya. Perlengkapan bayi yang aku beli warnanya dominan netral: hijau, biru, kuning, krem, dan merah. Setelah dibeli, tidak lupa dicuci, karena baju bayi yang baru masih banyak debunya. Habis dicuci lalu disimpan, plus nyiapin di tas untuk persiapan melahirkan.” RINA YULIANTI, 7 BULAN

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

MULAI BELANJA SEJAK MENGETAHUI JENIS KELAMIN BAYI “Pada usia kehamilan 5 bulan, selain kondisi kesehatan janin, kita juga sudah dapat mengetahui jenis kelamin si kecil melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pada saat itulah, saya dan suami mulai belanja persiapan menyambut si kecil. Karena berdasarkan pemeriksaan USG, bayi saya berjenis kelamin laki laki, kami mulai berbelanja baju, popok, topi hingga ranjang bayi dengan tema warna biru dan gambar kartun lucu.” VICKA FARAH DIBA, 5 BULAN

“Kalau ngomongin belanja persiapan menyambut si kecil, aku sudah excited banget sejak bulan-bulan pertama mengandung. Tapi orangtua bilang, sebelum tujuh bulan enggak boleh belanja belanja dulu. Aku nurut saja. Begitu usia kandungan memasuki tujuh bulan, langsung deh aku kayak orang kesurupan belanja baju yang lucu-lucu, bando, sepatu, dan yang lainnya. Habisnya kalau baju cewek itu lucu-lucu dan banyak modelnya. Suamiku cuma senyum-senyum saja kalau lihat aku kebingungan sendiri milih-milih keperluan bayi. Pokoknya, seru deh belanja keperluan si kecil, apalagi kalau tahu bayi yang sedang aku kandung cewek, pengennya didandanin melulu kalau nanti sudah lahir.” RENY KURNIAWATI, 7 BULAN EXCITED SEJAK BULAN PERTAMA MENGANDUNG

RIA AGUSTINA, 7 BULAN PAKAI PERLENGKAPAN BAYI PUNYA KAKAK “Untuk kehamilan anak kedua, saya merasa gembira meski rasa mual dan mudah lelah sering saya rasakan. Hasil USG menunjukkan janin saya berjenis kelamin perempuan. Alhamdulillah, tepat seperti keinginan saya karena anak pertama laki-laki. Untuk anak kedua ini saya sedikit hemat belanja karena masih ada stok baju dan perlengkapan punya kakaknya saat masih bayi dulu. Baju, selimut, popok, tempat tidur, kelambu bayi, kereta dorong masih saya simpan dengan rapi. Semuanya tinggal saya cuci bersih, jemur, sebagian disetrika lalu saya simpan kembali sampai waktunya melahirkan. Alhasil, saya hanya membeli beberapa baju, celana, sepatu, serta topi bayi warna cerah seperti pink, ungu, dan oranye. Walaupun banyak memakai barang-barang lama tapi kebersihan dan kualitasnya masih terjamin.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *