Belajar Mengingat Wajah Dan Nama Bag2

Selain itu, di waktu luang atau ketika sedang menceritakan suatu pengalaman keluarga, tunjukkan foto sosok yang dimaksud kepada anak. Kenalkan lewat foto tersebut anggota keluarganya, baik keluarga inti maupun keluarga besar. Ceritakan mengenai silsilah sederhana keluarga dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami si batita. Contoh, “Ini Bunda, yang duduk di samping Bunda itu kakak Bunda, namanya Bude X. Di sebelah Bude X, ada adik Bunda. Namanya, Tante Y.”

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Batita Dan Sosialisasi

Mengenalkan anak dengan berbagai lingkungan baru sangat bermanfaat untuk melatihnya mampu bersosialisasi dengan banyak orang, serta agar kelak ia punya kemampuan penyesuaian diri yang cepat pada situasi berbedabeda. Apalagi sejak bayi hingga usia 2 tahunan anak tengah mengembangkan rasa aman dan percaya pada lingkungan sekitarnya.

“Pembentukan ini penting untuk membantunya menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus menanamkan identitas melalui pemahaman peran dan rasa empati,” urai ibu satu anak ini. Ini juga bisa membantu anak memahami diri, tahu identitasnya, keberadaannya di dalam kelompok, pemahaman peran, serta relasi sosial khususnya dengan keluarga.

Batita dapat dengan cepat membentuk jalinan ikatan dengan anggota keluarganya. Cara paling baik dengan mengajari anak melalui pengalaman, yaitu mengenalkan secara langsung. Meski awalnya, si kecil akan cenderung menolak berinteraksi dengan orang yang jarang ia lihat, sekalipun orang tersebut adalah keluarganya. Pada saat ini kita bisa mendampingi anak selama beberapa waktu, bila ia sudah mulai membaur, kita bisa menjauh.

Lain hal jika anggota keluarga berada di luar kota atau luar negeri, maka caranya bisa dengan bercerita melalui media foto atau melalui teknologi seperti Skype. Tidak ada latihan khusus untuk mengingat karena biasanya batita akan mengingat dan merasa familiar dengan pengalaman langsung sehari-hari. Semakin sering berinteraksi, akan semakin mudah bagi batita untuk mengingat. Untuk memperkuat pengenalan batita, kita dapat membantunya mengingat dengan meminta anak menceritakan pengalamannya setelah bertemu dengan para anggota ke luarganya.

Pancinglah dengan pertanyaan, “Tadi Adek habis ketemu siapa saja?” Biarkan ia bercerita, jangan memotong ceritanya, ya. Kita perlu belajar sabar menunggu respons jawaban atau cerita si kecil. Menuturkan pengalaman apa pun dapat merangsang daya ingat sekaligus melatih kemampuan si kecil bicara. Kebiasaan ini baik bila dilakukan pada malam hari, sebelum tidur. Jangan lupa memberinya pujian ketika anak berhasil mengingatnya.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *